Baca juga:
Bakal Fitur Android Masa Depan Kok Kurang Asyik Gini, ya?
Diketahui, ada 67 akun email terkait transaksi prostitusi dari Microsoft, 63 akun dari Amazon, dan puluhan dari perusahaan lain seperti T-Mobile serta Oracle. Surel-surel tersebut dikirimkan ke tempat prostitusi dan germo di antara tahun 2014 sampai 2016 lalu. Faktanya, aktivitas kurang terpuji itu dilakukan pula oleh diektur dan pejabat tinggi Microsoft serta Amazon. Ada sekitar 18 orang yang ditangkap karena kasus ini.Baca juga:
Petinggi Apple: Face dan Iris Recognition di Android Hina!
Menanggapi isu ini, Microsoft menyatakan pada Newsweek.com siap bersikap kooperatif dengan pihak berwajib. "Microsoft telah menjelaskan kepada karyawan kami bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk bertindak dengan integritas dan melakukan perbuatan legal juga etis setiap saat. Jika tidak, mereka berisiko kehilangan pekerjaan mereka."Baca juga:
Selingkuh di Situs Cari Pacar Online Bakal Lebih Sulit, Ini Sebabnya
Senada dengan itu, Amazon pun menilai sikap para karyawannya yang tersangkut kasus ini telah melenceng dari norma dan aturan yang ditegakkan di perusahaan sendiri. "Ketika Amazon menduga bahwa seorang karyawan telah menggunakan dana perusahaan atau sumber daya untuk melakukan tindak pidana, perusahaan akan segera menyelidiki dan melakukan tindakan yang tepat, termasuk penghentian," tegas raksasa e-commerce itu.