Baca Juga: Qlue Segera Luncurkan Solusi Pengelolaan Polusi Udara
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, ibu kota baru di Kaltim nantinya mengusung konsep forest city (kota hutan). Pemerintah mengolaborasikan konsep kota modern, smart, beautiful, and suistainable dengan kekayaan hutan tropis. Terkait dengan arahan pemerintah tersebut, Qlue mengaku siap mengikuti. "Harapannya di ibu kota baru itu memang yang diinginkan green city, forest city. Nah di tahun depan itu kita memang mau trial solusi yang bisa menyaring CO2 menjadi O2, hal ini akan sangat mendukung forest city di ibu kota baru juga," tandasnya. Rana menjelaskan, untuk mewujudkan smart city di suatu wilayah, diperlukan sejumlah perencanaan, termasuk perencanaan infrastruktur teknologi, manajemen energi, hingga pemasangan berbagai sensor dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). "Selain itu juga mobility atau Integrated transport system seperti lampu merah yang dinamis atau connect ke aplikasi-aplikasi navigation (Waze, Google Maps). Kedepannya semua akan connected," sambungnya.Baca Juga: Berjaya di 2019, Ini Capaian dan Rencana Bisnis Qlue
Rekam jejak Qlue dalam mewujudkan smart city di Indonesia cukup panjang. Sebelumnya, Qlue secara resmi dapat digunakan warga Kota Kupang untuk melaporkan berbagai masalah lingkungan dan sosial, dan diharapkan dapat meningkatkan layanan publik pemerintahan serta mewujudkan Kupang sebagai kota cerdas. Aplikasi Qlue pertama kali dikenal masyarakat sebagai aplikasi aduan permasalahan di sekitar masyarakat DKI Jakarta. Namun pada tahun 2019 ini, Qlue menyebut akan memperkuat fokusnya di segmen segmen enterprise atau B2B.