Baca juga:
Pakai “Nama Samaran” di Negara Lain, Ada yang Beda dari Go-Jek?
CEO dan co-Founder Cocowork, Carlson Lau, mengatakan, pihaknya percaya dengan wajah dan identitas baru ini akan lebih merepresentasikan kami dengan jelas dan lebih inklusif sehingga dapat menjangkau berbagai kalangan. "Perusahaan kami berakar di dunia startup, tapi kami percaya bahwa konsep co-working bisa berguna dan relevan untuk bisnis-bisnis lain di Indonesia. Terlepas dari identitas baru, hal ini juga akan memperbarui komitmen kami untuk menyediakan pelayanan terbaik dan menjangkau pasar yang lebih luas di berbagai daerah di Indonesia dan Asia Tenggara," papar dia.Baca juga:
Menginap Saat Ada Bencana di Properti Airbnb, Bisa?
Bagi Carlson, bekerja adalah bagian yang tidak terlepas dari diri setiap pribadi untuk mencapai kesuksesan dan mewujudkan passion seseorang menjadi hal-hal yang berguna. Untuk itu, ia menyadari tentang betapa pentingnya membuat lingkungan kerja yang lebih seru dan energizing. Tidak hanya ganti nama saja, Ev Hive juga menampilkan logo baru yang membentuk sebuah kubus dengan mempresentasikan ruang dan wadah terbuka.Baca juga:
Komitmen Cocowork untuk mendukung perkembangan ekonomi dan bisnis di Indonesia didukung dengan kerja sama yang dilakukan dengan Pemprov DKI Jakarta melalui pembangunan JSC Hive by Cocowork dan komunitas Gue Startup Jakarta (GSJ). Daniel Giovanni selaku Communication Manager, Jakarta Smart City Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta turut memberikan dukungannya. Ia menuturkan, pemerintah berharap semakin banyak warga Jakarta yang dapat mempergunakan jaringan ruang kerja bersama yang ada untuk lebih terpacu menggali banyak ide dan solusi yang berguna untuk kota Jakarta. "Ruang kerja ini menjadi solusi bagi para pemilik bisnis startup yang sedang berkembang untuk ikut membangun solusi bagi masalah Jakarta. Dengan begitu, masyarakat akan mempunyai sense of belonging terhadap masalah yang ada di Jakarta," ujarnya.