Baca Juga: Kurang Modal, Indonesia Merdeka Sinyal 2020 Terancam Molor?
Sepanjang tahun ini, BAKTI diberi target pendapatan mencapai Rp3.168,7 Miliar atau meningkat 6,0 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2018. Peningkatan pendapatan BLU dimungkinkan karena adanya pergeseran dari Satker PNBP menjadi Satker BLU guna peningkatan layanan kepada pubik. "Sektor telekomunikasi adalah salah satu sektor penyumbang PNBP terbesar buat Negara. Bahkan sebagian PNBP sektor telekomunikasi berupa PNBP Universal Service Obligation/USO, yang dipungut dari 1,25 persen pendapatan kotor dari operator telekomunikasi, dikelola langsung oleh BAKTI," kata Anang Latif.Baca Juga: Sambil Video Call, Menkominfo Uji Coba Jaringan Palapa Ring Tengah
Menurut Anang, BAKTI akan terus berupaya menghadirkan layanan telekomunikasi di seluruh pelosok Indonesia karena tugas utama BAKTI untuk mengatasi kesenjangan digital di Indonesia, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dan perbatasan. Meski demikian, Anang menyatakan tantangan yang dihadapi oleh BAKTI sangat kompleks. Mulai dari lokasi yang sangat terpencil hingga sulit dijangkau karena akses jalan terkadang belum tersedia. "Namun demikian hal tersebut tidak menyurutkan semangat BAKTI untuk menghadirkan sinyal untuk masyarakat. BAKTI akan menghadirkan teknologi terkini untuk layanan internet cepat dengan meyiapkan jaringan Palapa Ring dan Satelit multifungsi demi pemerataan layanan," ungkapnya.