Baca juga:
Sekarang, Dompet Eks CEO Alibaba Kalah Tebal Dibanding Orang Ini
Namun, satu nama baru dari Tiongkok telah muncul. Seakan lelah berada di bayang-bayang Jack Ma, Ma Huateng alias Pony Ma kini menyeruak dengan jumlah kekayaan yang ditaksir melebihi Rp608 triliun versi Forbes (17/11/17). [caption id="attachment_24113" align="alignnone" width="673"]
Pony Ma atau Ma Huateng, CEO Tencent (paling kiri) (source: Tencent)[/caption]
Ia adalah CEO dan pendiri Tencent, perusahaan internet Tiongkok yang punya bisnis di sektor game, e-commerce, advertising, sampai media sosial. Tencent juga tercatat sebagai salah satu investor Snap Inc., perusahaan induk Snapchat.
Berbeda dengan Jack Ma yang tak punya background di industri teknologi (ia dulunya adalah guru bahasa Inggris), Ma Huateng adalah seorang engineer lulusan Shenzhen University tahun 1989. Ia memulai karir di China Motion Telecom Development, sebuah perusahaan supplier layanan dan produk telco, sebagai pengembang software dan di Shenzhen Runxun Communications di divisi research and development.
Baca juga:
Andalkan Teknologi Face Recognition, Tiongkok Kembangkan Kantor Polisi Tak Berpetugas
Tahun 1998, barulah ia mendirikan Tencent bersama empat orang temannya. Produk pertama Tencent yang lahir setahun berselang adalah sebuah aplikasi chatting bernama QQ (dulunya OICQ) yang mirip dengan ICQ, layanan instant messenger pertama di dunia. Aplikasi itu langsung populer di China dan punya lebih dari 1 juta user di akhir 1998. [caption id="attachment_24112" align="alignnone" width="673"]
Pony Ma atau Ma Huateng, CEO Tencent (source: SCMP.com)[/caption]
Setelah itu, Tencent pun mengembangkan ekosistemnya dengan cepat, misalnya e-commerce customer-to-customer Paipai.com tahun 2005, WeChat tahun 2015, sampai TenPay (platform pembayaran online mirip PayPal) dan game console TGP (Tencent Gaming Platform) tahun lalu. QQ sendiri juga ikut berkembang menjadi QQ Player (aplikasi pemutar konten multimedia), QQLive (platform streaming), dan QZone (media sosial).
Baca juga:
DJI Rilis Mavic Pro Alpine White, Apa Bedanya dengan Mavic Pro Biasa?
Bisa jadi, Ma Huateng akan jadi fenomena baru dari Asia dengan inovasi plus kekayaannya dalam beberapa waktu ke depan. Jadi makin menarik mengikuti sepak terjangnya berhadapan dengan Jack Ma, betul?