Baca Juga: Polisi Tangkap Sopir Grab yang Diduga Bawa Kabur Penumpang
Selain itu, lanjut Imam, dia juga tak mengetahui jelas daerah Jakarta Selatan karena dia merupakan perantau asal Brebes, Jawa Tengah. "Saya sebelumnya memohon maaf kepada pihak yang terlibat dari pihak Grab maupun pihak Polda Metro Jaya atau Mbak (Istiani) juga atas kesalahpahaman semua ini. Ini juga karena saya belum memahami aplikasi Grab," ungkap Imam. Di sisi lain, karyawati Tian (25) mengatakan dirinya sepakat berdamai dengan Imam dan akan segera mencabut laporan polisi atas kasus tersebut.Baca Juga: Tanggapan Grab soal Kasus Percobaan Penculikan oleh Oknum Driver
Tian memaklumi, ada kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan sopir GrabCar Imam yang saat itu panik karena dibawa menjauh dari tujuan semula di Dharmawangsa, Jakarta Selatan. "Saya telah memahami bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi dikarenakan driver tersebut baru memulai jadi driver selama 1 bulan dan terjadi human error kesalahan arah tujuan yang membuat saya panik dan meminta diturunkan di pinggir tol arah ke jalan raya," kata Tian. Setelah mediasi itu, Tian dan driver Grab tersebut sudah saling memaafkan. Dia juga meminta maaf kepada pihak Grab. "Saya memohon maaf kepada Muhammad Imam Sohibi, keluarga, dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi," ujar Tian.