Baca Juga: Moka Raih Pendanaan Seri B Senilai Rp355 Miliar
Di Indonesia sendiri, jumah UKM yang melek digital masih berada di bawah angka 20 persen dari total UKM. Padahal, pemanfaatan teknologi dapat mendorong produktivitas UKM untuk tumbuh dan berkembang di mana salah satu solusi yang dapat dijalani adalah dengan memberi pelatihan UKM di sektor digital. "Kami di Moka tidak hanya ingin jualan, tapi educate ke merchant-merchant dan stakeholder lain bahwa seperti apa teknologi digital untuk membantu perkembangan industri UKM," imbuhnya. A Cup of Moka (ACOM) bertujuan untuk memberikan dua manfaat utama bagi pelaku UKM. Pertama, melalui konten edukatif berisi materi data-driven yang terbagi menjadi dua topik utama, yaitu business practice dan di mana business inspiration ACOM memadukan antara ilmu praktikal dan inspirasi bisnis dalam mengembangkan usaha. Mulai dari ilmu pemasaran UKM, manajemen keuangan, manajemen operasional, penggunaan sosial media untuk UKM, hingga berbagi ilmu dalam fotografi untuk bisnis.Baca Juga: Perluas QR, OVO Fasilitasi Pembayaran Digital UKM di Tangerang
Kedua, yaitu wadah kolaborasi di mana ACOM dapat menjadi medium bagi komunitas dan UKM yang ingin berkolaborasi langsung dengan program-program yang diadakan oleh ACOM. Misalnya, untuk mempromosikan komunitas, networking, atau berpartisipasi dalam acara-acara komunitas UKM yang memiliki pesertanya sendiri. Moka kini sedang membangun Moka Learning Hub yang ditujukan sebagai pusat berbagi ilmu dan inspirasi seputar bisnis melalui dua medium, baik offline maupun online. Startup lokal ini sendiri telah mempunyai 13 ribu merchant UKM yang berasal dari bisnis kuliner (FnB), layanan jasa, hingga ritel. Dengan jumlah UKM yang bergabung saat ini, Moka mengklaim telah menjadi market leader di industri POS Indonesia.