Technologue.id, Jakarta – Kasus yang menimpa Opera Mini berikut ini seharusnya bisa menjadi pembelajaran untuk siapa pun yang hendak membuat konten video promosi. Ada baiknya, Anda memperhatikan detail di video Anda, karena siapa tahu hal terkecil dalam video Anda bisa berbalik menjadi bumerang yang justru membunuh strategi marketing digital Anda. Kalau dilihat secara kasat, tak ada sedikit pun hal janggal dari aksi para kontestan Indonesian Idol – yakni Ghea, Maria, Kevin, dan Glenn – yang bermain game truth or dare sembari bernyanyi di konten iklan yang mempromosikan aplikasi Opera Mini. Keempatnya tampak larut dalam permainan dan canda-tawa.
Baca juga:
Bosan Nonton YouTube Terus? Coba Cek 3 Platform Video Ini
Akan tetapi, keanehan mulai muncul di menit 3:37, yaitu saat Glenn mendapat hukuman melakukan Chubby Bunny sambil berjoget dan bernyanyi. Karena Glenn mengaku belum mengetahui apa itu Chubby Bunny, Ghea lantas berinisiatif untuk mencari tahu dare Chubby Bunny tersebut melalui Google di aplikasi Opera Mini yang terpasang di handset-nya. Nah, belum selesai Ghea mengetikkan keyword "Chubby Bunny", Opera Mini di gawai yang dipegangnya menampilkan link yang pernah diakses sebelumnya yang mengandung keyword tersebut. Ternyata, ada dua tautan menuju situs dewasa yang disarankan peramban itu. [embed]https://twitter.com/juriglagu/status/965915883544633344[/embed]Baca juga:
YouTube Siapkan Hukuman Lebih Berat untuk YouTuber Nakal
Adalah seorang pengguna Twitter dengan akun @juriglagu yang menemukan hal ini. Yadi Yuwandi, yang tertera sebagai nama lengkap akun tersebut, mengaku mendapati detail memalukan ini setelah mengatur video itu ke resolusi UHD (1080p) dan mem-pause-nya secara cermat. [caption id="attachment_28613" align="alignnone" width="673"]
Baca juga:
Negara Ini Kembangkan Artificial Intelligence untuk Buru Video Ekstrimis!
Sempat ada netizen lain, yakni Fatwa Dhiauddin di YouTube, yang mengunggah ulang video tersebut beserta reaksinya terhadap video itu. Sayang, videonya juga dihilangkan oleh YouTube karena diklaim melanggar hak cipta RCTI.